Gagal Ginjal Mulai Menghantui Anak-Anak di Bawah Umur, Mengapa Bisa Terjadi?

Sahabat Permata, kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap individu, termasuk untuk anak-anak. Namun, sayangnya tidak semua anak dapat menikmati masa kecil mereka dengan sehat dan bahagia. Salah satu masalah kesehatan yang mulai menghantui anak-anak di bawah umur adalah gagal ginjal.

Gagal ginjal adalah kondisi di mana ginjal tidak lagi dapat menjalankan fungsi utamanya, yaitu menyaring darah dan mengeluarkan limbah tubuh. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak di bawah umur akibat berbagai faktor, seperti kelainan bawaan, infeksi, atau penyakit lain yang mempengaruhi kesehatan ginjal.

Kondisi ini sebelumnya lebih umum terjadi pada orang dewasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak kasus gagal ginjal yang terjadi pada anak-anak di bawah umur. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, pada tahun 2019, sekitar 20% dari total pasien gagal ginjal adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Fenomena ini tentu saja mengkhawatirkan, karena gagal ginjal dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Selain itu, anak-anak juga masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya matang, sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan komplikasi yang dapat memperburuk kondisi gagal ginjal.

Lalu, mengapa anak-anak di bawah umur bisa mengalami gagal ginjal? dr. Bimanesh Sutarjo, Sp.PD, KGH, FINASIM, FACN dalam sesi seminar di RS Permata Jonggol mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya, antara lain:

  1. Kelainan bawaan
    Beberapa anak dilahirkan dengan kelainan bawaan pada ginjalnya, seperti penyempitan saluran kemih atau gagal ginjal polikistik. Kelainan ini dapat membuat ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan menyebabkan gagal ginjal.
  2. Infeksi
    Infeksi pada saluran kemih, seperti infeksi kandung kemih atau infeksi ginjal, dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal jika tidak segera diobati. Anak-anak yang sering mengalami infeksi saluran kemih juga berisiko lebih tinggi mengalami gagal ginjal.
  3. Penyakit lain
    Beberapa penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau lupus, dapat mempengaruhi kesehatan ginjal dan menyebabkan gagal ginjal pada anak-anak.
  4. Reaksi obat
    Beberapa obat yang dikonsumsi anak-anak untuk mengobati penyakit lain, seperti aspirin atau antibiotik tertentu, dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
  5. Kurangnya asupan air
    Minum air yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Namun, banyak anak-anak yang tidak cukup minum air putih setiap hari. Akibatnya, kandung kemih dan ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah, yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.
  6. Kebanyakan mengkonsumsi gula
    Terlalu sering dan rutin minum minuman es kemasan instan berwarna dengan kandungan gula tinggi dan zat perwarna berbahaya

Selain faktor-faktor di atas, ada juga beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan anak-anak mengalami gagal ginjal. Misalnya, anak-anak yang lahir prematur, memiliki riwayat keluarga dengan masalah ginjal, atau memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan penggunaan obat-obatan tertentu.

Namun, meskipun ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan gagal ginjal pada anak-anak, masih banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya mengenali gejala dan mencegah kondisi ini terjadi. Beberapa gejala gagal ginjal pada anak-anak antara lain:

  • Kencing sedikit dan jarang
  • Kulit pucat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Bercak darah pada urin
  • Kembung pada area perut
  • Mual dan muntah
  • Mudah lelah dan lesu
  • Pembengkakan pada bagian tubuh, terutama kaki dan wajah

Jika Anda melihat anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Semakin cepat kondisi gagal ginjal dideteksi dan diobati, semakin besar kemungkinan anak dapat pulih dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Nah, untuk mencegah terjadinya gagal ginjal pada anak-anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

  1. Menjaga asupan cairan yang cukup
    Pastikan anak Anda minum air putih yang cukup setiap hari. Jika anak Anda aktif berolahraga atau mengalami diare, pastikan ia mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minum lebih banyak.
  2. Menghindari penggunaan obat-obatan yang berisiko
    Jika anak Anda membutuhkan penggunaan obat-obatan tertentu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti dosis yang tepat. Hindari memberikan aspirin kepada anak-anak karena dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.
  3. Menerapkan pola makan sehat
    Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein yang berasal dari sumber yang sehat, dapat membantu menjaga kesehatan ginjal anak dan jauhi minuman instan gula tinggi dan berwarna
  4. Mengobati infeksi saluran kemih dengan segera
    Jika anak Anda mengalami gejala infeksi saluran kemih, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Jangan biarkan infeksi berlanjut dan menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Gagal ginjal pada anak-anak memang merupakan masalah yang serius dan dapat berdampak buruk pada kesehatan dan masa depan mereka. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus lebih waspada dan proaktif dalam mengenali gejala dan mencegah kondisi ini terjadi pada anak-anak kita, terutama asupan makanan dan jajanan mereka setiap hari.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak Anda mengalami gejala yang mencurigakan. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk para orang tua dan mencegah semakin banyak anak-anak yang terkena dampak dari gagal ginjal. untuk berkonsultasi dengan dokter RS Permata Jonggol bisa menghubungi WhatsApp cs kami 085710006822.

Article by marketing