INDONESIA MASIH PIMPIN KASUS MALARIA DI ASIA, YUK CEGAH DENGAN CARA INI!

Malaria symptoms cartoon style infographic illustration

Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi negara dengan kasus malaria tertinggi di Asia setelah India. Tercatat pada tahun 2023 sebanyak 418.546 kasus, menurun dibandingkan tahun 2022 yaitu 443.530 kasus. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 80% kasus malaria di Indonesia terjadi di daerah pedesaan dan daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti Papua, NTT dan Gorontalo.

Bahkan World Malaria Report 2023 melaporkan bahwa India dan Indonesia masih menyumbang sekitar 94 persen kematian akibat malaria di seluruh kawasan WHO Asia.

dr. Asri Ratna Mukti Umpuan, Sp. PD dokter spesialis penyakit dalam RS Permata Jonggol menyebutkan bahwa wabah Malaria ini dapat ditekan serendah mungkin dengan pencegahan dan penatalaksanaan yang cepat, tepat, dan adekuat.

Malaria sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Gejala yang biasa muncul adalah demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, dan lelah yang berkepanjangan. Bahkan, jika tidak diobati dengan tepat, malaria dapat menyebabkan kematian.

Mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah mengapa kita perlu melakukan langkah preventif untuk menghindari terjangkitnya malaria. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah mengikuti program pencegahan malaria yang disarankan oleh pemerintah.

Tips mencegah Malaria berdasarkan anjuran Kemenkes R1 2020 :

  1. Menghindari gigitan nyamuk (menghindari keluar di malam hari, berada di sekitar peternakan terlalu lama, menggunakan obat lotion pencegah gigitan nyamuk atau menggunakan obat pengusir nyamuk di dalam rumah)
  2. meminum obat pencegahan Malaria jika hendak bepergian ke daerah endemis Malaria dengan berkonsultasi dulu ke dokter.
  3. Manajemen lingkungan untuk mengurangi populasi nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk (nila merah, guppy, mujair,dll)

Adapun langkah-langkah prefentif yang konkrit yang bisa kita lakukan di rumah antara lain,
Pertama, jagalah kebersihan lingkungan sekitar kita. Jangan biarkan air menggenang di sekitar rumah kita, karena nyamuk penggigit malaria dapat berkembang biak di air yang tenang. Selain itu, selalu gunakan kelambu saat tidur, terutama bagi yang tinggal di daerah yang rawan malaria.

Kedua, hindari bepergian ke daerah yang diketahui memiliki kasus malaria tinggi. Jika memang harus pergi ke daerah tersebut, pastikan untuk melakukan pencegahan yang tepat seperti mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan menggunakan obat anti-malaria sesuai dengan petunjuk dokter.

Ketiga, jika kita merasakan gejala malaria seperti demam tinggi yang berkepanjangan, segera periksakan diri ke dokter. Jangan menunda-nunda karena semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk sembuh secara total.

Mungkin ada di antara kita yang berpikir bahwa malaria hanya terjadi pada orang-orang yang tinggal di daerah pedalaman atau kurang bersih. Namun, faktanya malaria dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau status sosial. Jadi, mari kita jaga kesehatan kita dan keluarga dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yang sederhana namun efektif.

Selain itu, pencegahan malaria juga merupakan bentuk dukungan kita terhadap program pemerintah dalam mengurangi kasus malaria di Indonesia. Kita semua memiliki peran penting dalam menciptakan Indonesia yang sehat dan bebas dari malaria.

Jadi, mari kita jadikan pencegahan malaria sebagai bagian dari gaya hidup sehat kita. Ayo, cegah malaria bersama dan jadikan Indonesia sebagai negara yang bebas dari penyakit mematikan ini.

Article by marketing